Sabtu, 31 Januari 2009

Tahap Perancangan dan Diagram

Tahapan Perancangan Database
* Perancangan secara konseptual
* Diagram konteks
* DFD
* Model ER
* Perancangan secara logis
* Translasi model ER ke Model Relasional
* Perancangan secara fisik
* Penciptaan database, relasi, dan hal-hal terkait ke dalam bentuk fisik

Diagram Konteks
* Merupakan gambaran kasar aliran informasi dan data yang akan dilakukan oleh system database yang akan dirancang
* Diagram ini hanya menjelaskan secara umum gambaran aliran konteks dari rancangan system yang akan dibuat.

DFD (Data Flow Diagram)
* DFD merupakan detail rancangan dari diagram konteks yang sudah dibuat yang sudah memuat rancangan table database yang akan diimplementasikan pada database yang akan dibuat

Entity Relationship Diagram(ERD)
* ERD merupakan model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak
* ERD menekankan pada struktur dan relationship data, berbeda dengan DFD(Data Flow Diagram) yang merupakan model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan sistem
* Biasanya digunakan oleh profesional sistem untuk berkomunikasi dengan pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam perusahaan yang tidak tertarik pada pelaksanaan operasi sistem sehari-hari, namun lebih kepada :
* Data apa saja yang diperlukan untuk bisnis mereka?
* Bagaimana data tersebut berelasi dengan data lainnya?
* Siapa saja yang diperbolehkan mengakses data tsb?

Pemodelan Data

Model Data

* Menyatakan hubungan antardata dalam database
* Ada tiga macam model data dasar
* Hierarkis
* Jaringan
* Relasional


Konsep Dasar Basis Data
* Field
* Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
* Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
* Record
* Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
* Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
* Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.

* Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
- Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
- Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
* File dan Tabel
* Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
* Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
* Beberapa tipe File meliputi :


Operasi dasar pada Database
* Menambah data
* Membaca data
* Mengubah data
* Menghapus data

Minggu, 25 Januari 2009

SQL

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL)
Jenis SQL:
1. Interactive langsung dapat dioperasikan.
2. Embedded disisipkan ke dalam sebuah program (Cobol,C,Fortran)

Pengelompokan Statement SQL

1. Data Definition Language ( DDL )
2. Data Manipulation Language ( DML )
3. Data Access
4. Data Integrity
5.Auxiliry

Statement DDL
*CREATE = - DATABASE
- TABLE *DROP
- INDEX
- VIEW
*ALTER TABLE


Statement DML

•Select
-Update
•Insert
•Delete

Normalisasi

NORMALISASI

Definisi Normalisasi
Suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tablel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai didalam suatuo granisasi.

Tujuan Normalisasi
* Untuk menghilang kerangkapandata
* Untuk mengurangi kompleksitas
* Untuk mempermudah pemodifikasian data

Tahapan Normalisasi
Bentuk Tidak Normal Menghilangkan perulangan group Bentuk Normal Pertama(1 NF) Menghilangkan Ketergantungan sebagian Bentuk Normal Kedua(2NF) Menghilangkan Ketergantungan Transiti fBentuk Normal Ketiga(3NF) Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional Bentuk Normal Boyce-Codd(BCNF) Menghilangkan ketergantungan Multivalue Bentuk Normal Keempat(4NF) Menghilangkana nomaly-anomali yang tersisa Bentuk Normal

Pemrograman Visual Basic

VB(Visual Basic)
Visual Basic (VB) adalah salah satu bahasa pemrograman komputer untuk database. Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas tugas tertentu. Bahasa pemrograman Visual Basic, yang dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan salah satu Development Tool yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan sistem operasi Windows. Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer yang mendukung object (Object Oriented Programming = OOP).
Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, dll
Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat. Jendela Project, jendela ini berisi gambaran dari semua modul yang terdapat dalam aplikasi anda. Anda dapat menggunakan icon Toggle Folders untuk menampilkan modul-modul dalam jendela tersebut secara di group atau berurut berdasarkan nama. Anda dapat menggunakan Ctrl+R untuk menampilkan jendela project, ataupun menggunakan icon Project Explorer. Jendela Form Designer, jendela ini merupakan tempat anda untuk merancang user interface dari aplikasi anda. Jadi jendela ini menyerupai kanvas bagi seorang pelukis. Jendela Toolbox, jendela ini berisi komponen-komponen yang dapat anda gunakan untuk mengembangkan user interface. Jendela Code, merupakan tempat bagi anda untuk menulis koding. Anda dapat menampilkan jendela ini dengan menggunakan kombinasi Shift-F7. Jendela Properties, merupakan daftar properti-properti object yang sedang terpilih. Sebagai contohnya anda dapat mengubah warna tulisan (foreground) dan warna latarbelakang (background). Anda dapat menggunakan F4 untuk menampilkan jendela properti. Jendela Color Palette, adalah fasilitas cepat untuk mengubah warna suatu object. Jendela Form Layout, akan menunjukan bagaimana form bersangkutan ditampilkan ketika runtime.

Senin, 19 Januari 2009

DATABASE RELASIONAL

PengertianDatabase Relasional

•Basis Data relasional menggunakan table dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data.

Keuntungan Database Relasional

1. Bentuknya sederhana

2. Mudah melakukan berbagai

Operasi data

IstilahDalamDatabase
Relasional

1. Relasi:

2. Atribut:

3. Tupel

4. Domain

5. Derajat(degree)

6. Cardinality

Relational Key

•Super key
•Candidate key
•Primary key
•Alternate key
•Foreign key

Key
�� Adalah sejumlah atribut yang mengidentifikasi record/baris dalam sebuah relation secara unique.
�� Beberapa jenis key:
o Super Key : satu atribut atau kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah record di dalam relasi atau himpunan dari satu atau lebih entitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara unik sebuah entitas dalam entitas set.
o Candidate Key �� atribut-atribut yang menjadi determinan yang dapat dijadikan identitas record pada sebuah relation bias terdapat satu atau lebih candidate key
o Primary key �� candidate key yang menjadi identitas record karena dapat mengidentifikasi record secara unik
o Altenate key �� candidate key yang tidak dijadikan primary key
o Composite key �� key yang terdiri dari 2 atribut atau lebih.
Atribut-atribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unik.
o Foreign key �� non key atribut pada sebuah relation yang juga menjadi key (primary) atribut di relation lainnya. Foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dan kedua relation tersebut.

Entity/Entitas
�� Adalah obyek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari obyek lain.
�� Entity Set/Kumpulan Entity adalah kumpulan dari entitas sejenis/dalam tipe sama.
�� Entity set dapat berupa:
o Obyek fisik : rumah, kendaraan, pegawai
o Obyek abstrak : konsep politik, pekerjaan, rencana, dll.
�� Simbol yang digunakan untuk entity adalah persegi panjang.

* Tipe entitas :
o Entitas Kuat yaitu entitas mandiri yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas lain
o Entitas Lemah/Weak Entity yaitu entitas yang keberadaannya bergantung pada keberadaan entitas lain.
o Entitas Assosiatif adalah entitas yang terbentuk dari suatu relasi, bisa terjadi jika:
- Relasi yang merekatkan dua entitas bersifat banyak ke banyak
- Biasanya berasal dari suatu relasi dimana relasi itu memiliki
makna mandiri bagi pengguna
Relationship
* Adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan himpunan entitas lainnya
* Simbol yang digunakan adalah bentuk belah ketupat, diamod atau rectangle.
* Contoh:
* Derajat Relationship
o Menjelaskan jumlah entity yang terlibat dalam suatu relationship
- Unary Degree (Derajat satu) :hanya satu entity yang terlibat
- Binary Degree (Derajat dua) : menghubungkan dua entity

- Ternary Degree (Derajat tiga) : menghubungkan tiga entity
* Cardinality Ratio Constraint
o Menjelaskan batasan jumlah relasi suatu entity dengan entity lainnya
o Jenis rasio kardinalitas :
- One to one (1:1)
- One to many/many to one (1: M / M:1)
- Many to many (M : N)
o Batasan kardinalitas
- Kardinalitas Minimum Adalah jumlah minimum instansiasi relasi B yang berasosiasi dengan setiap instansiasi entitas A

- Kardinalitas Maksimum Adalah jumlah maksimum instansiasi relasi B yang berasosiasi dengan setiap instansiasi entitas A
* Participation Constraint
o Menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain.
- Total participation, yaitu keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity lain. Di dalam diagram ER digambarkan dengan dua garis penghubung antara entity dengan relationship.
- Partial participations, yaitu keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungan dengan entity lain. Di dalam diagram ER digambarkan dengan satu garis penghubung antara entity dengan relationship

Atribut
Adalah property deskriptif yang dimiliki oleh setiap himpunan entitas
* Jenis-jenis atribut :
o Atribut key :digunakan untuk mengidentifikasi suatu entity secara unik
o Atribut tunggal : memiliki nilai tunggal
o Atribut multivalue : memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
o Atribut composite : dapat didekomposisi menjadi beberapa atribut lain
o Atribut derivative : dihasilkan dari atribut yang lain

Langkah-langkah membuat ER Diagram
1) Tentukan entity-entity yang diperlukan
2) Tentukan relationship antar entity-entity
3) Tentukan cardinality ratio dan participation constraint
4) Tentukan atribut-atribut yang diperlukan dari tiap entity
5) Tentukan key di antara atribut-atribut
6) Hindari penamaan entity, relationship dan atribut yang sama
Contoh ER Diagram
Transformasi ER Diagram ke Database Relational
1. Atribut tunggal/ Atribut biasa
2. Atribut Composit Hasil Pemetaan
3. Atribut Multivalue Hasil Pemetaan
4. Pemetaan Hubungan satu ke banyak Hasil Pemetaan
5. Pemetaan Hubungan banyak ke banyak Hasil Pemetaan

Rabu, 14 Januari 2009

Bab 3

Basis Data Relasional
Pada tahap ini dilakukan perancangan basis data yang kemudian diikuti dengan tahap penerapan/implementasi basis data sesuai rancangan yang telah dibuat
Pembahasan di bab ini mencakup definisi tentang basis data relasional sebagai model basis data yang paling muah untuk diterapkan. Contoh-contoh penerapannya dapat dilakukan terhadap basis data tersebut
Model basis data relasional sering pula disebut Model Relasional atau Basis Dta Relasional. Model basis data menunjukkan suatu cara/mekanisme yang digunakan untuk megelola/mengorganisasi data secara fisik dalam memori sekunder.

Operasi dan Bahasa basis Data
Selain melakukan pengisian /penambahan data ke masing-masing tabel yang strukturnya telah disiapkan, operasi-operasi lain yang dapat dilakukan dalad:
Menampilkan data (query)
Pengubahan data (update/edit)
Penghapusan data (delete)
Secara teknis penerapan operasi-operasi basis data tersebut sangat tergantung dari DBMS yang digunakan. Ada 2 macam dalam menjalankan operasi basis data:
1. Menjalankan program khusus untuk melakukan operasi basis data secara interaktif
2. Menggunakan bahasa basis data (Data Manipulation Language)